Feeds:
Posts
Comments

We’re moving!

We’re moving to here

see you soon 🙂

Kemajuan-Kemunduran Belaka

Perasaan ya, tidak ada kemajuan dari apa-apa yang sedang saya kerjakan.

Kerjaan kantor? ya gitu-gitu aja, makin tidak jelas juntrungannya.

Tesis? Ini lagi… bab IV yang tidak kunjung selesai. Balanced Scorecard reviewed, in-depths interview blablabla

Persiapan Nikah? hanya berhasil menambah DP untuk vendor foto -Putri dan Mbak Anggi, kita samaan deh 🙂  btw ya mbak Anggi, mending make-up disamain sekalian, biar seru!!! hihi…-

Oiya, nambah satu lagi persiapan… satu kotak seserahan sudah ada isinya.

Adegan di depan toko pakaian dalam-pakaian tidur

Wah D, diskon tuh

Iya Sayang, udah beli sana, kan biar bisa nyicil seserahan

Serius? nggak ntar aja, kan kamu mau nabung

Udah gak papa, sekarang aja

Setelah masuk ke dalam toko

D… yang mana?

Terserah kamu lah..

Loh.. aku gak ngerti acan

Loh gimana toh… –D celingak celinguk mencari secercah objek– yang itu gimana?

dengan nada terperanjat Hiiy.. apaan tuh.. gak mau ah… takut

He? kok takut… kenapa?

Gak ngerti ah gimana makenya…

kejadian ini berulang sampai akhirnya D memutuskan membelikan kaos tidur saja 😀

Memang saya tidak berbakat untuk masalah begituan hehehe.. maaf ya D…

Koperasi Ibu Abadi

Adegan di depan stand penjual matras/kasur (dengan sedikit modifikasi)

saya beringsut ke D

D… ini mumpung diskon nih… jadi murah… mau yah?

Iya, jadi lebih murah ya, coba tanya harganya sana.

saya beringsut ke samping Ibu dan mbak SPG matras yang sedang berjibaku dengan kalkulator

Ibu, ini aja deh… gak usah pake headboard gak papa, nanti cari sendiri aja.

Yaudah, coba ditanya jadi berapa itu

saya dan mbak SPG

Mbak coba kalau yang ini tanpa headboard berapa?

-tunghitunghitunghitung-

Jadi sekian mbak. Itu udah murah banget loh, awal Januari kita naik (biasa.. rayuan gombal para produsen dan marketernya)

Ibu, jadi segitu, gimana, cukup murah gak?

Iya nak, itu udah murah, wong udah merek X kan…

Saya beringsut ke D

Sayang, jadi segitu… gimana?

Wah… limit kartu kreditku gak cukup, Sayang. Gimana ya?

Saya beringsut ke Ibu

Ibu, limit kartu kredit Mas Dito gak cukup… gimana bu?

Yaudah, kalian bayar ke Ibu ya, 2 tahun bunga 0%.

Bungkuuuus!!!!

I love you, Mommy…. 🙂 Hugs!!!!

Saya mau menuliiiiis!!!!

Huah! parah! mau nulis aja gak sempet-sempet. Jadilah ini blog nganggur sekian minggu -maap ya mbak Anggi hehe-. Kerjaan kok gak selesai-selesai ya, thesis makin gak jelas, apalagi urusan gedung dan sebagainya dan seterusnya. Dekorasi? tunda sampai Januari, Catering? Tunda juga… bahkan urusan surat menyurat dengan pak RT-RW-Lurah-Camat buat ke KUA juga belum dilaksanakan. Hufh…

Tapi ditengah hal-hal yang tidak jelas itu, ada loh yang membawa pencerahan, yaitu:

  1. New Moleskines!!!! Kiriman Liyul dari Jerman sudah datang, dan isinya 2 Moleskine yang baguuuuus banget… huhu terharu biru. Maacih ya Liyul, Ailophyusomuach. Hugs!
  2. Mainan baru!!! Dibelikan D sebagai kado ulang tahun! Yaay!! Mainannya berupa Jumping Clay dari Korea. Itu loh kayak lilin mainan seperti jaman kita SD, tapi ini lebih ringan, trus tidak lengket, dan bisa mengeras, jadi pada akhirnya bisa dipajang -kalau hasilnya layak dipajang-. Kata D : “Sayang ini buat obat bosen, tapi jangan bosen terus yaaa” Nduttayangndutmuamuanduuuut. Hugs!
  3. Menemukan blog baru yang inspiratif bangeeet!!! namanya AnnaTheRed’s Bento Factory. Isinya tentang cara bikin bento jadi lucuuu banget, sepertinya menyenangkan. Gak tahan mau buat itu…. This person really knows what she’s doing, and she does it really good…

Huffh… seperti merasa jalan di tempat

Pertemuan dengan kandidat vendor dekorasi, GARDA, Kemarin lusa @ Gelato Bar, Darmawangsa Square.

Sebelum saya menemui pihak Garda, pihak WO (mbak Ria) sudah lebih dulu menyampaikan gambaran dekorasi yang sudah ada, termasuk tema dan keinginan model tanpa pelaminan. Sehingga pada saat saya yang bertemu langsung (meskipun tetap didampingi WO), pihak Garda sudah dapat memberikan sketsa kasar mengenai konsep yang akan mereka ajukan. Kebetulan yang menemui saya adalah salah satu pemiliknya, namanya p.Kusmono. Beliau tanggap sekali terhadap keinginan saya yang belibet itu hehe… Setelah saya berikan gambar konsep denah untuk dekor -yang saya buat sendiri- beliau kemudian memberikan gambaran, saran, dan masukan untuk konsep tersebut.

P.Kusmono : pelaminan apa mbak?

Saya : Ndak ada pelaminan pak.

P.K. : loh gak ada toh? hmh.. kenapa?

Saya : gak papa -hehe gak penting banget jawabannya-

P.K. : baiklah, nanti saya buat jadi seperti taman saja ya, pakai banyak daun, pohon rindang, gitu kan maunya?

Saya : -angguk, angguk-

Mulailah pak Kusmono corat-coret berasa dokter nulis resep… hehe

Oiya, Garda punya koleksi yang sangat bermacam-macam, tradisional, nasional, klasik, renaissance, apalah… hehe.. pokoknya banyak deh, termasuk yang pelaminannya berbentuk pendopo, unik banget. Tapi karena tidak masuk tema, jadi ya tidak termasuk perhitungan biaya.

Berdasarkan hasil kemarin, nilai yang saya berikan sementara adalah 8. Saran yang diberikan cukup menarik dan bisa memenuhi ekspektasi saya, tinggal  hargan-nya dan rincian penawaran yang belum sreg hehe… we’ll see.

Kalau ada yang penasaran bisa hubungi CP yang saya temui kemarin, Pak Kusmono, bisa dihub di 08161610800, bilang saja dari Sita 🙂 -kali aja dapet diskon hehe-, atau di bawah ini ada alamatnya

Jl.Raya Duri Kosambi No. 114
Jakarta Barat
Phone : (021) 545 2241, 543 72834  – Hp: 0812 9081122
Fax : (021) 545 2241

Senayan Trace Centre Lt.2 No.0-063 A-B
Jl. Asia-Afrika Senayan
Jakarta
Phone : (021) 5793 1591 – 5793 1592

Hari Sabtu lalu, selain ke pameran pernikahan juga sudah ada jadwal untuk Test Food (TF) Kiki Catering di Rimbawan II, Departemen Kehutanan. Sesampainya di sana ternyata sudah ada ruangan khusus untuk TF, lengkap dengan meja-kursi plus ada layar untuk menampilkan portfolio Kiki. Kesan pertama: Nice…

Lanjut ke makanan… Di menu buffet adalah:

  • Nasi Goreng Oriental : enak, rasanya pas.
  • Ayam rica-rica : enak… kemangi-nya seger, dan rasanya tidak terlalu pedas.
  • Cumi besta : enak juga hanya cumi-nya agak sedikit alot
  • Ikan dori saus asam manis : enak -hehe enak mulu dari tadi-
  • Nasi bebek goreng  (bebek goreng + oseng buncis daging sapi + telur puyuh bumbu pedas): ini jg enaak, bebeknya empuk dan tidak amis.
  • Bistik lidah : enak, empuk banget
  • Soup something : gak nyoba
  • Salmon encroute (gubug) : entah kenapa salmon kl digoreng jadi amis.. dan saya kurang suka jadinya.
  • Selad solo (gubug) : enaaaak… seger banget kuahnya
  • Chocolate melted (plus es krim vanila): wuiiih ini favorit saya hehe… rasa coklatnya gak bikin eneg, pokoknya sip.
  • Pempek (gubug) : gak nyoba
  • Puding : gak nyoba
  • Es sirup rasa buah sepertinya, dan rasanya artificial sekali

Sebenernya ada lagi beberapa makanan, tapi karena tidak dicoba jadi tidak ingat seperti apa bentuk dan namanya, maafkan.

Dari segi dekor, cantik dan rapih, tapi sepertinya saya ingin yg agak lebih hehe. Harga? Kalau secara umum cukup murah, tergantung gedung sih, tapi tetap saja lebih murah dibanding vendor-vendor lain yang ada di Balai Sudirman.Penilaian secara umum: I like it. Hanya saja mereka belum bisa memberikan perhitungan harga untuk kasus saya, mengingat kondisi yang agak berbeda. Hari Selasa saya harus konfirmasi ulang ke mereka mengenai harga.

We’ll see….

Vendor Fotografi: Photomotion

Bayangan yang kami punya tentang fotografi acara pernikahan adalah seperti hasilnya Tarzan Photo atau King Foto yang biayanya sangat di luar kemampuan. Saya sudah pernah memperlihatkan contoh hasil fotografi dari 2 vendor sebelumnya ke Ibu, tapi sepertinya saya dan beliau masih kurang sreg. Entah dari segi pengambilan gambar, moment-moment yang tertangkap kamera, harga, dan sebagainya. Hal ini yang membuat saya belum menentukan vendor foto hingga Sabtu yang lalu.

Setelah pencarian seharian di acara Wedding Expo hari Sabtu kemarin, akhirnya saya dan Ibu memutuskan untuk menggunakan jasa Photomotion untuk vendor fotografi selama akad dan resepsi. Dasar pertimbangan adalah:

1. Hasil foto mereka mendekati harapan Ibu dan saya. Hal tersebut termasuk:

  • Pengambilan gambar bisa menampakkan sisi fotogenik dari objek.
  • Moment-moment yang terekam cukup menggambarkan peristiwa yang sedang terjadi.
  • Fokus utama tetap pada pasangan pengantin dan bukan objek-objek lain yang menurut saya tidak penting :p

2. Harganya sangat bersahabat, dan berhubung sedang pameran, mereka memberikan diskon hingga 20%   dan charge gedung ditanggung mereka. Lumayan sekali hehe…
3. Dan yang paling saya suka, harga yang bersahabat itu sudah termasuk candid fotografi dan sewa LCD Screen+live 🙂

Kekurangannya mungkin adalah kemasan album yang tidak semenarik atau seindah pesaing mereka, tapi saya rasa itu hal minor yang bisa diabaikan. Saya butuh foto-fotonya, bukan kotak albumnya.

Belum ada pembicaraan lebih lanjut lagi, masih harus janjian bertemu dengan mereka untuk membahas mengenai konsep-konsep yang saya dan D inginkan.