Feeds:
Posts
Comments

I Need Books (edited)

Really… I need one, no, two, no, well… several would do better. Good ones, if you don’t mind.

Any suggestions? So far, I have already these on the list:

  1. Interview With The Vampire by Anne Rice -reading-
  2. The Vampire Lestat by Anne Rice -to be read-
  3. Eat Pray Love by Elizabeth Gilbert (recommended by Memed trus confirmed by Putri hehe… )
  4. Mitch Albom’s (I got 2 person recommend the same author, wow… is he really that good or am I just so out of date…?)
  5. Fountainhead by Ayn Rand (by Archie-kun) -read-
  6. The Iliad by Homer (by D) -to be read-
  7. The Great Gatsby by F. Scott Fitzgerald (by D) -read-
  8. The Picture of Dorian Gray by Oscar Wilde (by D) -read-
  9. Paulo Coelho’s (By Rei )
  10. Survival of the Sickest by Dr. Sharon Moalem (by Pritya)
  11. The Kite Runner by Khaled Hosseini (by Tylla)
  12. A Thousand Splendid Suns by Khaled Hosseini (by Tylla)
  13. Orhan Pamuk’s (by Tylla)
  14. The Book of Laughter by Milan Kundera (by Tylla)
  15. Mother by Maxim Gorky (by Tylla)

So… anyone anything?

*Yaay!! nemu 2 buku pertama di tempat tak terduga! Arigatou D!

*Waaah jadi panjang listnya hehe.. thanks to you all :)

Lagu dan Neraka

Dulu, sewaktu masih SMP-SMA saya punya kumpulan buku lagu (bahkan ada 3 seri)  yang bagi kebanyakan perempuan cukup menghanyutkan tapi bagi kebanyakan laki-laki, lagu-lagu tersebut “nggak banget!”. Fine.. whatever they said waktu itu. Namun, entah kapan tepatnya buku-buku itu hilang. Acan! tanpa jejak. Saya tidak ingat sama sekali ada dimana buku-buku itu, jadi ya hanya bisa pasrah.

Nah, pada suatu waktu, saya dan beberapa teman makan di salah satu cafe di sekitar Barito, Jakarta Selatan. Kebetulan -sungguh, itu kebetulan belaka- lagu-lagu yang dimainkan adalah lagu-lagu yang termasuk di buku kumpulan lagu saya yang hilang itu. Saat itulah saya langsung dengan senang hati mengumumkan hal tersebut,

“Aaaaah! ini kan lagu-lagu yang ada di buku gue!”

Teman laki-laki saya (TLS): “Masa’?!”

Saya (S): “Iyaaa… coba deh denger” -hening sejenak mendengarkan lagu yang sedang diputar, it happened to be A Shoulder To Cry On nya Tommy Paige hihi-

TLS: “Aaaaaaargh! iyaa! paraaah! waaah parah loe Sit!”

S: “He? kenapa parah? kan baguus doong…”

TLS: “Tau gak sih?! lagu-lagu loe yang ada di buku bapuk itu layaknya disetel di neraka!” -diiringi tertawa bahagia dari teman saya itu-

S: “Loh kok di neraka?”

TLS: “Iya jadi sambil orang-orang itu disiksa, sambil ada backsound-nya si Tommy Paige barusan, trus lagunya Air Supply! Waahahahahaha… pasti nambah tersiksa tuh orang-orang!” dan diteruskan dengan khayalan-khayalan dia lainnya yang tidak penting sama sekali. Uuhh, sial… tapi saya sendiri tidak bisa berhenti tertawa saat teman saya mengatakan hal tersebut. Padahal lagu-lagu itu kan lucu kan yaaa?

Burger Quest!

We are doing a Burger Quest. Belum banyak sih yang dicoba, let’s see…:

  1. Wendy’s : We (I) like the bun. Dagingnya juga lumayan ukurannya, with all the cheese and vegetables, oh we like it. A little bit pricey, but, it’s worthy. The verdict: it’s good and you should try every variant.
  2. McDonald : Oh this one is disappointing. Seingat kami, dulu tuh dagingnya tebal, dan yang namanya Big Mac bisa gak muat di mulut dan bisa bikin kenyang selama hampir 10 jam -buat saya loh-. Tapi sekarang, daging tambah tipis, dan Big Mac makin kurus. Yang tetap menjadi alasan kami beli McD’s adalah mereka tetap pakai acar timun :) . The price? too pricey, at least for us. The verdict: Kalau gak terlalu suka si pickle-nya, well… mereka punya nilai lebih (kecuali -again- anda butuh tengah malam dan mau tidak mau cuma bisa telpon ke no mereka yang itu tuh).
  3. Raffel’s : Waktu pertama kali makan di PS, menurut kami enak banget. Tapi begitu makan kedua kalinya di PIM2, agak sedikit mengernyitkan dahi. Bun-nya gak enak, tidak gurih, agak hollow. Trus ukuran bun yang atas dan bawah gak proporsional acan hehe… jadi kalau makan, bun yang bawah pasti habis duluan. Sayurannya segar, so it’s a good point. The verdict: not too recommended. Agak mahal.
  4. Hot Shot’s or is it Hot Shot? anyway: Percobaan pertama kali adalah judulnya… umm.. aaah! lupa! nanti kami lihat lagi deh. Mereka punya ukuran daging yang berbeda-beda, dari yang paling tipis sampai yang tebal. Untuk pemesanan yang ukuran sedang-besar mendapatkan ekstra kentang goreng dan minuman ringan. Rasanya? Enaaak! Bun-nya empuk dan agak manis, dagingnya gurih, dengan ketebalan yang layak makan, dan sayurannya segar, plus… the cheese is great! Harganya memang mahal, but you won’t regret it. The Verdict: Awesome!
  5. Burger Klenger : Adik-adik saya sering sekali makan burger yang satu ini. Dagingnya memang tebal, roti-nya juga. Rasanya cukup enak, dan yang pasti beneran bikin klenger… kenyang parah. Well… tapi kami sudah lama tidak makan burger ini. Mungkin harus dicoba lagi. The verdict: postponed.
  6. Burger Daddy’s : Lokasinya di samping apotek wijaya. Rasa standar, harga standar… so ya kalau-kalau anda lapar setelah keluar dari apotek, ini bisa jadi pilihan dadakan. The verdict: kalau gak terpaksa, coba cari makanan yang agak “lebih”.

Sementara ini dulu ah… nanti ditambah lagi.

C’mon Sweetheart! let’s continue our Burger Quest!

Just Want To Share

So it’s saturday again… Enjoying a brief moment of myself. Reading those have been abandoned beside my bed, watching all I never really have the intention of watching it, sitting and just staring on whatever my eyes fall upon. And also writing…
Ah! Lupa! Saya lupa kalau saya sedang berusaha untuk menulis dalam bahasa Indonesia. Baiklah, mari mencoba.
Saya ingin berbagi sedikit tentang “Positif”. Ambil sedikit hal positifi dari banyak hal negatif yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari. (Aduh kok sulit ya nulis pakai EYD… humh.. saya pakai bahasa Saya saja yah)

Kemacetan jalanan Jakarta yang sangat menyebalkan. Hal positif yang bisa didapat:
- Tidak akan terjadi kecelakaan hebat yang sampai merenggut nyawa (dengan asumsi kemacetan terjadi sewajarnya kemacetan di Jakarta pada jam-jam sibuk) karena kendaraan bergerak pada kecepatan yang rendah. Kalaupun terjadi sesuatu, paling senggol-senggolan antara mobil-mobil, mobil-motor, mobil-bis, motor-bis, dan bis-bis.
- Anda punya waktu lebih untuk berkhayal -kalau ini tergantung selera anda, kalau anda lebih suka berpikir, maka berpikirlah.-

Panas terik. Hal positif yang bisa di dapat:
- Cucian cepat kering.
- Anda punya alasan untuk berhenti di toko seba ada terdekat untuk makan eskrim lalu minum air putih dingin.

Hujan lebat. Sebenarnya, saya suka hujan, tapi hal tersebut jadi perlu dipertimbangkan ketika hujan terlalu lebat diiringi angin. Bagaimanapun juga, hal positif yang bisa di dapat:
- Nikmati saja kopi atau teh hangat yang ada di hadapan anda.
- Satu hal yang selalu membuat saya menikmati hujan adalah kesempatan langka untuk bisa mencium wangi bumi, sungguh…. sesekali cobalah :)

Baiklah… ada ide lain?

Bahasa Indonesia

Terinspirasi dari artikel di Koran Media Indonesia hari ini megenai semakin langkanya penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, saya jadi seperti tersikut. Seharusnya kita melestarikannya, bukan justru mengesampingkan. Bahkan Program Komputer (ini Bahasa Indonesia atau serapan ya? apakah ada yang tahu?) berbahasa Inggris di Korea dan Jepang dan Cina saja banyak yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa setempat. Mereka bangga sekali dengan bahasanya. Saya tidak bilang bahwa saya yang termasuk idealis mengenai penggunaan Bahasa Indonesia, saya akui saya sendiri masih belajar untuk menyukai dan mencintai Bahasa Indonesia, hanya saja jadi terpikir… Kalau bukan kita yang menggunakan Bahasa Indonesia, lalu siapa? Semakin banyak kata serapan yang masuk menggantikan kata asli, diikuti dengan semakin langkanya orang yang berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Ingatan Saya Pendek

Parah nih… ingatan saya benar-benar pendek. Padahal sudah dibantu D dengan membelikan notebook kecil untuk menulis semua kegiatan harian dan mengecek ulang seluruh kegiatan tersebut di akhir hari… tapi yang jadi masalah adalah, kadang saya sendiri lupa menulis kegiatan yang seharusnya ditulis. Hufh… dampaknya besar sekali. Berkali-kali dimarahin orang gara-gara lupa sesuatu yang sangat penting! Berkali-kali!!! Masih untung saya tidak dipecat…

Hal lain yang saya sadari… ingatan saya akan sesuatu hal memendek ketika saya memutuskan untuk tidak lagi berminat terhadap hal tersebut. Oh well… I guess I should really like things if I want that thing to be memorized. Shrug…

« Newer Posts - Older Posts »