Dulu, sewaktu masih SMP-SMA saya punya kumpulan buku lagu (bahkan ada 3 seri) yang bagi kebanyakan perempuan cukup menghanyutkan tapi bagi kebanyakan laki-laki, lagu-lagu tersebut “nggak banget!”. Fine.. whatever they said waktu itu. Namun, entah kapan tepatnya buku-buku itu hilang. Acan! tanpa jejak. Saya tidak ingat sama sekali ada dimana buku-buku itu, jadi ya hanya bisa pasrah.
Nah, pada suatu waktu, saya dan beberapa teman makan di salah satu cafe di sekitar Barito, Jakarta Selatan. Kebetulan -sungguh, itu kebetulan belaka- lagu-lagu yang dimainkan adalah lagu-lagu yang termasuk di buku kumpulan lagu saya yang hilang itu. Saat itulah saya langsung dengan senang hati mengumumkan hal tersebut,
“Aaaaah! ini kan lagu-lagu yang ada di buku gue!”
Teman laki-laki saya (TLS): “Masa’?!”
Saya (S): “Iyaaa… coba deh denger” -hening sejenak mendengarkan lagu yang sedang diputar, it happened to be A Shoulder To Cry On nya Tommy Paige hihi-
TLS: “Aaaaaaargh! iyaa! paraaah! waaah parah loe Sit!”
S: “He? kenapa parah? kan baguus doong…”
TLS: “Tau gak sih?! lagu-lagu loe yang ada di buku bapuk itu layaknya disetel di neraka!” -diiringi tertawa bahagia dari teman saya itu-
S: “Loh kok di neraka?”
TLS: “Iya jadi sambil orang-orang itu disiksa, sambil ada backsound-nya si Tommy Paige barusan, trus lagunya Air Supply! Waahahahahaha… pasti nambah tersiksa tuh orang-orang!” dan diteruskan dengan khayalan-khayalan dia lainnya yang tidak penting sama sekali. Uuhh, sial… tapi saya sendiri tidak bisa berhenti tertawa saat teman saya mengatakan hal tersebut. Padahal lagu-lagu itu kan lucu kan yaaa?
sit.., inget ga pas kelas 2 sma, tiap abis sholat suka d setel lagunya mas tommy?? hampir setiap hari pulakkkkkkk…..!trus tiba2 kita sekelas menjadi mendayu2 hahahhahahah.
Hihii iyaa, itu parah banget… dan bahkan sampe sekarang gak ketauan sapa yang nyetel itu lagu kan?! Btw, si Tommy Paige homo yah? ck… kecewa gue hehe…