Kemarin, 13.30 @ Rumah Darmawangsa
Vendor kedua yang ditawarkan oleh wedding planner adalah Payu Foto. Payu Foto merupakan… apa ya istilahnya, 2nd line dari AA Foto. Dimiliki oleh orang yang sama dengan pengelolaan dan manajemen yang berbeda -ini hasil penjelasannya dari pihak Marketing-. Diwakili orang marketing, Mas Igun, pihak Payu Foto membawakan contoh-contoh album beserta contoh liputan. Dari segi teknik dan pengolahan foto menurut saya sama saja, sama bagusnya. Segi peliputan, sama baiknya. Segi packaging, AA Foto menang dengan cover album yang -menurut saya- lebih Classy. Segi harga, Payu Foto unggul dengan harga yang lebih murah dengan fasilitas yang sedikit lebih banyak.
Pertanyaan yang sama dari kedua vendor tersebut:
“Mbak prewedding dimana?” – “Nggak, nggak dimana-mana”
“Loh gak pake prewedding mbak?” – “Nggak, nggak pake prewedding.”
“Wah, kan sayang mbak, kenapa gak mau prewedding?” – “Saya mau postwedding.”
“Temanya Jawa ya mbak?” – “Umm.. Jawa-Nasional.”
“Untuk peliputan dan dokumentasi adat juga sekalian nanti?” – “Saya gak pakai adat.”
Dan di kedua pertemuan tersebut -dan untuk pertemuan-pertemuan berikutnya, termasuk kalau ada calon vendor foto lainnya- saya selalu bilang: “Saya mau ada candid-nya”
Keputusannya mau pakai vendor yang mana seharusnya sudah bisa ada di awal bulan depan. Kalaupun tidak, well… itu tugasnya wedding planner.
Hahaha..lucu2..gw baca script conversation lo sama si org fotonya.. sumpa gw ngebayangin tuh elo masang muka galak pas ditanya2in.. singkat, jelas dan padat.. mungkin klo isinya terus “Nggak..”.. akhirannya bisa gini.. “Udah saya bilang nggak..kok masih ngotot promosi sih!”.. hihihi
Hihi… loe mesti liat mukanya si orang2 foto itu Put… seperti tertohok
Trus jadinya pake vendor foto apa mba sita?
ayo tulis-tulis lagi, hehehehe…
Hihi… emang kapan mbaaak?
Monggo loh diliat2… barusan ada yg aku tambahin, hope it helps